Nama : Ajeng Aura Nurlillahi
NIM : A1D117002
Ruang / Semester : R 001/ V
PENDAHULUAN
Bahasa
(language) dan bicara (speech) adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan
antara satu dengan yang lain. Bahasa mencakup setiap bentuk komunikasi yang
ditimbulkan oleh pikiran dan perasaan untuk menyampaikan makna kepada orang
lain(Hurlock,1988).Dalam bahasa tersebut, diperlukan penggunaan tanda-tanda
atau simbul ke dalam sebuah tata bahasa yang berada dalam struktur aturan
tertentu. Anak akan mengerti ungkapan seseorang karena melalui perbendaharaan
kata yang disampaikan. Akan tetapi, apabila tidak dimiliki sejumlah
perbendaraan kata atau kosa kata, yang akan digunakan sebagai elemen berbicara,
anak tidak dapat berbicara atau berkata-kata. Dengan demikian, meskipun sarana
lain untuk berbicara terpenuhi, jika tidak memiliki kosakata, seseorang/anak
tidak dapat berbicara (Tarmansyah, 1966). Jadi, bahasa tidak sama dengan
bicara.
PEMBAHASAN
Nama : Humayra Az-Zahra
Tempat/ Tanggal Lahir ; Jambi, 13 Mei 2016
Umur : 3 tahun 7 bulan
Saya disini melakukan pengamatan pada
seorang anak bernama Humayra Az-Zahra atau biasa dipanggil umay, saya melakukan
pengamatan selama 30 menit dan mengamati aktivitas yang dilakukan anak
tersebut. Dalam kesehariannya anak tersebut menggunakan terkadang menggunakan
bahasa Indonesia. Pada Saat itu ia sedang bermain gadget ibunya, dia sedang
membuka youtube sambil bernyanyi mengikuti irama dari video youtube yang
ditontonnya tersebut. Dia sedikit sedikit mengerti akan bahasa inggris
contohnya “ blue : biru, green : hijau, red : merah “ itu semua berkat ia yang
suka menonton youtube. Setelah itu dia bermain masak masakan yang ada di
rumahnya. Dia terkadang berbicara seolah-olah ia adalah seorang vlogger yang
ingin memasak. Ia berkata “ hai teman-teman kali ini adek mau masak” begitulah
sekiranya ucapan anak tersebut. dia suka
bernyanyi, sambil bermain pun dia sambil menyanyikan lagulagu yang dia tahu ,
pada saat itu ia menyanyikan lagu “Jhonny jhonny yes papa “ dalam nyanyianny
tersebut walaupun bahasa inggrisnya belum benar tapi dia mengingat nada-nada
dari lagu tersebut sehingga tidak terlalu Nampak kalo anak tersebut salah lirik
. dia jyga pandai menyanyikan lagu Indonesia contohya lagu “ayah” dia begitu
hapal menyanyikan lagu ayah sampai sampai menhayati lirik lagu tersebut, yang
terkadang orang dewasa pun belum bisa menghayati lahu tesebut sampai seterharu
itu . dia juga jika merasa dirinya bau belum mandi atau dia lagi poop di celana
dia selalu berkata “ adek ni bau kakak jangan deket deket adek”. Anak ini juga
selalu belajar akan pengetahuan, saat saya amati dia sedang menyanyikan lagu
yang melafalkan abjad dari A sampai Z , walaupun pelafalan dalam menyebutkan
huruf tersebut masih belum benar tapi ia terus menyanyikan lagu tersebut sampai
selesai.
Ciri khas kalimat yang
diucapkan oleh anak usia 3-4 tahun adalah kalimat tanya. Sebab, seiring dengan
perkembangan kognitifnya, yaitu memenuhi rasa ingin tahunya yang besar, anak
akan senang sekali memulai percakapan dengan kalimat atau kata, “Ada apa?”, “Di
mana?”, “Bagaimana?” atau “Kenapa?”. Pada usia ini, anak juga mulai
mengembangkan rasa humornya melalui percakapan.
Jika pada usia
kira-kira 2 tahun anak berada pada tahap menggabungkan beberapa kata menjadi
kalimat pendek, seperti “Ingin makan”, maka pada usia 3-4 tahun kalimat anak
sudah hampir lengkap. Misalnya anak dapat mengucapkan “Sasa ingin makan”.
Pada usia ini, perkembangan bahasa anak sangat mengagumkan. Anak mampu
menguasai antara 900-1300 kosa kata yang memungkinkannya untuk berkomunikasi
dengan orang lain secara efektif. Anak juga sudah dapat menceritakan
pengalamannya kepada orang lain.Sekian
pemaparan hasil pengamatan saya terhadap anak tersebut.
DAFTAR
PUSTAKA