KETERAMPILAN BERBAHASA MEMBACA
Hakikat membaca
Membaca
adalah suatu proses yang dilakukan serta digunakan oleh pembaca untuk
memperoleh pesan yang disampaikan penulis melalui media bahasa tulis (Tarigan,
1984:7). Pengertian lain dari membaca adalah suatu proses kegiatan mencocokkan
huruf atau melafalkan lambang-lambang bahasa tulis.
Kridalaksana (1982:105) mengemukakan bahwa
dalam kegiatan membaca melibatkan dua hal, yaitu (1) pembaca yang berimplikasi
adanya pemahaman dan (2) teks yang berimplikasi adanya penulis.
Syafi’ie (1994:6-7) menyebutkan hakikat membaca adalah:
- Pengembangan keterampilan,
mulai dari keterampilan memahami kata-kata, kalimat-kalimat,
paragraf-paragraf dalam bacaan sampai dengan memahami secara kritis dan
evaluatif keseluruhan isi bacaan.
- Kegiatan visual, berupa
serangkaian gerakan mata dalam mengikuti baris-baris tulisan, pemusatan
penglihatan pada kata dan kelompok kata, melihat ulang kata dan kelompok
kata untuk memperoleh pemahaman terhadap bacaan.
- Kegiatan mengamati dan memahami
kata-kata yang tertulis dan memberikan makna terhadap kata-kata tersebut
berdasarkan pengetahuan dan pengalaman yang telah dipunyai.
- Suatu proses berpikir yang
terjadi melalui proses mempersepsi dan memahami informasi serta memberikan
makna terhadap bacaan.
- Proses mengolah informasi oleh
pembaca dengan menggunakan informasi dalam bacaan dan pengetahuan serta
pengalaman yang telah dipunyai sebelumnya yang relevan dengan informasi
tersebut.
- Proses menghubungkan tulisan
dengan bunyinya sesuai dengan sistem tulisan yang digunakan.
- Kemampuan mengantisipasi makna
terhadap baris-baris dalam tulisan. Kegatan membaca bukan hanya kegiatan
mekanis saja, melainkan merupakan kegiatan menangkap maksud dari
kelompok-kelompok kata yang membawa makna.
Dari
beberapa butir hakikat membaca tersebut, dapat dikemukakan bahwa membaca pada
hakikatnya adalah suatu proses yang bersifat fisik dan psikologis. Proses yang
berupa fisik berupa kegiatan mengamati tulisan secara visual dan merupakan
proses mekanis dalam membaca. Proses mekanis tersebut berlanjut dengan proses
psikologis yang berupa kegiatan berpikir dalam mengolah informasi. Proses
pskologis itu dimulai ketika indera visual mengirimkan hasil pengamatan
terhadap tulisan ke pusat kesadaran melalui sistem syaraf. Melalui proses decoding
gambar-gambar bunyi dan kombinasinya itu kemudian diidentifikasi, diuraikan,
dan diberi makna. Proses decoding berlangsung
dengan melibatkan Knowledge of The World dalam
skemata yang berupa kategorisasi sejumlah pengetahuan dan pengalaman yang tersimpan
dalam gudang ingatan.
Membaca sebagai proses
Proses membaca
yakni membaca sebagai proses psikologi, membaca sebagai proses sensori, membaca
sebagai proses perseptual, membaca sebagai proses perkembangan, dan membaca
sebagai proses perkembangan keterampilan.
Sebagai proses
psikologi membaca itu perkembangannya akan dipengaruhi oleh hal-hal yang
sifatnya psikologi pembaca, seperti intelegensi, usia mental, jenis kelamin,
tingkat sosial ekonomi, bahasa, ras, kepribadian, sikap, pertumbuhan fisik,
kemampuan persepsi, tingkat kemampuan membaca. Di antara faktor-faktor tersebut
menurut Harris (1970), bahwa faktor terpenting dalam masalah kesiapan membaca
yaitu intelegensi umum.
Membaca sebagai proses
sensoris mengandung pengertian bahwa kegiatan membaca itu dimulai dengan melihat.
Stimulus masuk lewat indra penglihatan mata. Setelah dilakukan pemaknaan atau
pengucapan terhadapnya. Pernyataan “membaca sebagai proses sensoris” tidak
berarti bahwa membaca merupakan proses sensoris semata-mata. Banyak hal yang
terlibat dalam proses membaca dan ketidakmampuan membaca bisa disebabkan oleh
berbagai faktor yang bisa bekerja sendiri-sendiri atau secara serempak.
Membaca sebagai
proses perseptual mengandung pengertian bahwa dalam membaca merupakan proses
mengasosiasikan makna dan interpretasi berdasarkan pengalaman tentang stimulus
atau lambang, serta respons yang menghubungkan makna dengan stimulus atau
lambang tersebut. Membaca sebagai proses perkembangan mengandung arti bahwa
membaca itu pada dasarnya merupakan suatu proses perkembangan yang terjadi
sepanjang hayat seseorang. Kita tidak tahu kapan perkembangan mulai dan
berakhir. Sedangkan proses membaca sebagai perkembangan keterampilan mengandung
arti membaca merupakan sebuah keterampilan berbahasa (language skills) yang
sifatnya objektif, bertahap, bisa digeneralisasikan, merupakan perkembangan
konsep, pengenalan dan identifikasi, serta merupakan interpretasi mengenai
informasi.