Kamis, 06 Desember 2018

Materi 8

KETERAMPILAN BERBAHASA MEMBACA
Hakikat membaca
Membaca adalah suatu proses yang dilakukan serta digunakan oleh pembaca untuk memperoleh pesan yang disampaikan penulis melalui media bahasa tulis (Tarigan, 1984:7). Pengertian lain dari membaca adalah suatu proses kegiatan mencocokkan huruf atau melafalkan lambang-lambang bahasa tulis. 
Kridalaksana (1982:105) mengemukakan bahwa dalam kegiatan membaca melibatkan dua hal, yaitu (1) pembaca yang berimplikasi adanya pemahaman dan (2) teks yang berimplikasi adanya penulis.

Syafi’ie (1994:6-7) menyebutkan hakikat membaca adalah: 

  1. Pengembangan keterampilan, mulai dari keterampilan memahami kata-kata, kalimat-kalimat, paragraf-paragraf dalam bacaan sampai dengan memahami secara kritis dan evaluatif keseluruhan isi bacaan. 
  2. Kegiatan visual, berupa serangkaian gerakan mata dalam mengikuti baris-baris tulisan, pemusatan penglihatan pada kata dan kelompok kata, melihat ulang kata dan kelompok kata untuk memperoleh pemahaman terhadap bacaan. 
  3. Kegiatan mengamati dan memahami kata-kata yang tertulis dan memberikan makna terhadap kata-kata tersebut berdasarkan pengetahuan dan pengalaman yang telah dipunyai. 
  4. Suatu proses berpikir yang terjadi melalui proses mempersepsi dan memahami informasi serta memberikan makna terhadap bacaan. 
  5. Proses mengolah informasi oleh pembaca dengan menggunakan informasi dalam bacaan dan pengetahuan serta pengalaman yang telah dipunyai sebelumnya yang relevan dengan informasi tersebut. 
  6. Proses menghubungkan tulisan dengan bunyinya sesuai dengan sistem tulisan yang digunakan. 
  7. Kemampuan mengantisipasi makna terhadap baris-baris dalam tulisan. Kegatan membaca bukan hanya kegiatan mekanis saja, melainkan merupakan kegiatan menangkap maksud dari kelompok-kelompok kata yang membawa makna.
Dari beberapa butir hakikat membaca tersebut, dapat dikemukakan bahwa membaca pada hakikatnya adalah suatu proses yang bersifat fisik dan psikologis. Proses yang berupa fisik berupa kegiatan mengamati tulisan secara visual dan merupakan proses mekanis dalam membaca. Proses mekanis tersebut berlanjut dengan proses psikologis yang berupa kegiatan berpikir dalam mengolah informasi. Proses pskologis itu dimulai ketika indera visual mengirimkan hasil pengamatan terhadap tulisan ke pusat kesadaran melalui sistem syaraf. Melalui proses decoding gambar-gambar bunyi dan kombinasinya itu kemudian diidentifikasi, diuraikan, dan diberi makna. Proses decoding berlangsung dengan melibatkan Knowledge of The World dalam skemata yang berupa kategorisasi sejumlah pengetahuan dan pengalaman yang tersimpan dalam gudang ingatan.

Membaca sebagai proses
 Proses membaca yakni membaca sebagai proses psikologi, membaca sebagai proses sensori, membaca sebagai proses perseptual, membaca sebagai proses perkembangan, dan membaca sebagai proses perkembangan keterampilan.
Sebagai proses psikologi membaca itu perkembangannya akan dipengaruhi oleh hal-hal yang sifatnya psikologi pembaca, seperti intelegensi, usia mental, jenis kelamin, tingkat sosial ekonomi, bahasa, ras, kepribadian, sikap, pertumbuhan fisik, kemampuan persepsi, tingkat kemampuan membaca. Di antara faktor-faktor tersebut menurut Harris (1970), bahwa faktor terpenting dalam masalah kesiapan membaca yaitu intelegensi umum.
Membaca sebagai proses sensoris mengandung pengertian bahwa kegiatan membaca itu dimulai dengan melihat. Stimulus masuk lewat indra penglihatan mata. Setelah dilakukan pemaknaan atau pengucapan terhadapnya. Pernyataan “membaca sebagai proses sensoris” tidak berarti bahwa membaca merupakan proses sensoris semata-mata. Banyak hal yang terlibat dalam proses membaca dan ketidakmampuan membaca bisa disebabkan oleh berbagai faktor yang bisa bekerja sendiri-sendiri atau secara serempak.
 Membaca sebagai proses perseptual mengandung pengertian bahwa dalam membaca merupakan proses mengasosiasikan makna dan interpretasi berdasarkan pengalaman tentang stimulus atau lambang, serta respons yang menghubungkan makna dengan stimulus atau lambang tersebut. Membaca sebagai proses perkembangan mengandung arti bahwa membaca itu pada dasarnya merupakan suatu proses perkembangan yang terjadi sepanjang hayat seseorang. Kita tidak tahu kapan perkembangan mulai dan berakhir. Sedangkan proses membaca sebagai perkembangan keterampilan mengandung arti membaca merupakan sebuah keterampilan berbahasa (language skills) yang sifatnya objektif, bertahap, bisa digeneralisasikan, merupakan perkembangan konsep, pengenalan dan identifikasi, serta merupakan interpretasi mengenai informasi.

Rabu, 05 Desember 2018

materi 12


Pembelajaran Keterampilan Menulis Berbasis Proses Menulis dan Teori Pembolehan Bahasa

Proses Menulis

Menurut Kirszner dan Mandell Proses Menulis  terdiri atas berpenulisan, penyusunan, dan penulisan serta revisi. Langkah penulisan bergerak sejak penantuan materi sampai penentuan topik untuk mendapatkan tesis, kemudian membangkitkan berbagai ide untuk menopang tesis tersebut
Proses menuis terdiri dari : berpenulisan , penulisan draf dan revisi tulisan.

Prinsip-prinsip Proses Menulis :
1.      Perencanaan 
2.      Penulisan draf
3.      Revisi tulisan

Pemerolehan bahasa : teori teori Pemerolehan atau Belajar Bahasa dapat Dimanfaatkan Sebagai Pijakan Yang Mendasari dilaksanakan Pembelajaran Bahasa.

Teori-Teori Pemerolehan Bahasa :
1.      Teori behavioristik
2.      Teori mentalistik
3.      Teori Bialystok

Prinsip- prinsip Pemerolehan bahasa :
Berdasarkan ketiga teori yang telah dijelaskan pada prinsipnya teori-teori itu dapat dijadikan basis atau dasar pijakan dalam pembelajaran keterampilan menulis. Pembelajaran keterampilan Menulis :
1.      Tahap I Prapenulisan
2.      Tahap II Penulisan Draf
3.      Tahap III Revisi Tulisan

Pembelajaran Keterampilan Menulis Berbasis Teori Pemerolehan Bahasa :
1.      Menerapkan prinsip Kuantitas Pengulangan
2.      Menerapkan Prinsip Peniruan
3.      Menerapkan Prinsip Penguatan
4.      Menerapkan Prinsip Potensi Bawaan Anak
5.      Menerapkan Penyediaan Maukan yang Baik

Proses Menulis ( writingprocess) dan Berfotolio :
1.      Pramenulis(prewriting)
2.      Menulis konsep(drafting)
3.      Merevisi (refising)
4.      Mengedit (editing)
5.      Publikasi (publishing )
     Penilaian Bertofolio :  Menurut tierney dkk adalah systematic collections by both student  and teachers atau koleksi atau kumpulan sistematik karya yang dikembangkan oleh siswa dan guru.
      Prosedur Penelitian : Upaya untuk mengembangkan model menulis di SD perlu dilakukan melalui penilitian tindakan kelas. Hal ini sangat mendesak seiring  dengan diberlakukanya KTSP akan terlahir model pembelajaran menulis yang dihasilkan dari pengujian empirik.