Minggu, 09 September 2018

materi 1


HAKIKAT KETERAMPILAN BERBAHASA
·         Pengertian dan Manfaat Keterampilan Berbahasa
Keterampilan berbahasa ialah Proses Komunikasi dimana ada pengirim pesan yang akan menyampaikan, dan memformulasikannya dalam wujud lambang-lambang berupa bunyi/tulisan, proses demikian disebut encoding. Kemudian ada sang penerjemah yang menerjemahkan lambang-lambang berupa bunyi/tulisan tersebut menjadi makna sehingga pesan tersebut dapat diterima secara utuh, proses itu disebut decoding. Jadi, kedua belah pihak yang terlibat dalam komunikasi tersebut sama-sama memiliki keterampilan.
Keterampilan berbahasa dapat dikelompokkan ke dalam 2 kategori, yakni aspek reseptif dan aspek produktif. Aspek reseptif bersifat penerimaan atau penyerapan Sedangkan aspek produktif bersifat pengeluaran atau memproduksikan bahasa, baik lisan maupun tertulis
Keterampilan berbahasa bermanfaat dalam melakukan Interaksi komunikasi dalam masyarakat. Banyak pofesi dalam kehidupan bermasyarakat yang keberhasilannya, antara lain yang bergantung pada tingkat keterampilan berbahasa yang dimilikinya, misalnya profesi dibidang masyarakat, pemasaran/penjualan, politik, hukum(jaksa, hakim, pengacara), dll.
·         Aspek-Aspek Keterampilan Berbahasa
a.       Mendengarkan/Menyimak
Mendengarkan adalah keterampilan memahami bahasa lisan yang bersifat reseptif. Pada kegiatan mendengar tidak tercakup unsur kesengajaan, konsentrasi, atau bahkan pemahaman. Sementara pada kegiatan mendengarkan terdapat unsur-unsur kesengajaan, dilakukan dengan penuh perhatian dan konsentrasi untuk memperoleh pemahaman yang memadai.
b.      Berbicara
Dalam keterampilan berbicara dikenal tiga jenis situasi berbicara, yaitu interaktif, semiinteraktif, dan noninteraktif. Situasi-situasi berbicara interaktif, misalnya terjadi pada percakapan secara tatap muka dan berbicara melalui telepon. Kemudian semiinteraktif, misalnya dalam berpidato di hadapan umum, kampanye, khutbah/ceramah, dan lain-lain, baik yang dilakukan melalui tatap muka secara langsung namun berlangsung secara satu arah. Situasi berbicara bersifat noninteraktif jika pembicaraan dilakukan secara satu arah dan tidak melalui tatap muka langsung, misalnya berpidato melalui radio atau televisi.
c.       Membaca
Keterampilan membaca tergolong keterampilan yang bersifat aktif reseptif. Keterampilan membaca terbagi ke dalam dua klasifikasi, yakni (a) membaca permulaan, dan (b) membaca lanjutan.
d.      Menulis
Keterampilan menulis merupakan keterampilan yang bersifat aktif produktif. Keterampilan menulis diklasifikasikan ke dalam dua kategori, yakni (a) menulis permulaan dan (b) menulis lanjutan.
·         Keterkaitan Antar Aspek Keterampilan Berbahasa
a.       Hubungan Berbicara dengan Menyimak
Menurut Brooks dalam Tarigan (1994:3), berbicara dan mendengarkan merupakan kegiatan komunikasi dua arah yang bersifat langsung. Apabila kita amati peristiwa-peristiwa komunikasi yang terjadi dalam masyarakat,
b.      Hubungan Menyimak dengan Membaca
Mendengarkan dan membaca sama-sama merupakan keterampilan berbahasa yang bersifat reseptif. Mendengarkan berkaitan dengan penggunaan bahasa ragam lisan, sedangkan membaca merupakan aktivitas berbahasa ragam tulis.
c.       Hubungan Membaca dengan Menulis
Membaca maupun menulis merupakan aktivitas berbahasa ragam tulis. Menulis merupakan kegiatan berbahasa yang bersifat produktif, sedangkan membaca merupakan kegiatan berbahasa yang bersifat reseptif
d.      Hubungan Menulis dengan Berbicara
Seorang pembicara biasanya diminta menulis sebuah tulisan terlebih dulu. Kemudian, yang bersangkutan diminta menyajikan itu secara lisan dalam suatu forum. Selanjutnya, peserta akan menanggapi isi pembicaraan si pembicara tersebut.Dalam kedua jenis aktivitas berbicara seperti yang dikemukakan di atas, tampak jelas keterkaitan antara aktivitas menulis dan berbicara. Kegiatan menulis dilakukan guna mendukung aktivitas berbicara. Subyakto-Nababan (1993:153) dan Tarigan (1994:10) menjelaskan bahwa baik berbicara maupun menulis merupakan kegiatan berbahasa yang bersifat produktif.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar