Strategi Pembelajaran Menyimak
1. Pengertian
Strategi merupakan suatu seni merancang kegiatan
proses pembelajaran. Strategi pembelajaran bahasa adalah tindakan pengajar
melaksanakan rencana mengajar bahasa. Sedangkan strategi pembelajaran keterampilan
menyimak adalah seni merancang tindakan pelaksanaan proses pembelajaran
mengenai kemampuan menginformasikan kembali pemahamannya melalui keterampilan
berbicara maupun menulis.
2. Tujuan
Pembelajaran Menyimak
Dapat dibedakan dua aspek tujuan menyimak, yaitu
persepsi dan reseftif. Persepsi adalah ciri kognitif dari proses mendengarkan
yang didasarkan pada pemahaman pengetahuan tentang kaidah-kaidah kebahasaan.
Reseftif adalah pemahaman pesan atau penafsiran pesan yang dikehendaki
pembicara.( Iskandarwassid, hal.230)
Tujuan pembelajaran menyimak dibagi menjadi dua
bagian, pertama menyimak umum dan menyimak kritis (Iskandarwassid,
hal.237.-239)
a.
Menyimak umum:
1)
Mengingat rincian-rincian penting secara tepat mengenai ilmu pengetahuan khusus
2)
Mengingat urutan-urutan sederhana atau kata-kata dan gagasan.
3)
Mengikuti pengarahan-pengarahan lisan.
4)
Memparafrase suatu pesan lisan sebagai suatu pemahaman melalui penerjemahan.
5)
Mengikuti suatu urutan: (a) pengembangan plot, (b) pengembangan watak/pelaku
cerita, dan (c) argumentasi pembicara.
6)
Memahami makna denotatif kata-kata.
7)
Memahami makna konotatif kata-kata.
8)
Memahamimakna kata-kata melalui konteks percakapan (pemahaman melalui
perjemahan dan penafsiran).
9)
Mendengarkan untuk mencatat rincian-rincian penting
10)
Mendegarkan untuk mencatat gagasan utama.
11)
Menjawab dan merumuskan pertanyaan-pertanyaan
12)
Mengidentifikasi gagasan utama dan meringkas dalam pengertian mengombinasikan
dan mensintesiskan tentang siapa,apa, kapan, di mana dan mengapa.
13)
Memahami hubungan antara gagasan dan organisasi yang cukup baik untuk
menentukan apa yang bia terjadi beriutnya.
14)
Menghubungkan materi yang diucapkan secara lisan dengan pengalaman sebelumnya.
15)
Mendengar untuk alasan kesenangan dan respons emosional.
b.
Menyimak secara kritis:
1)
Membedakan fakta dari khayalan menurut kriteria tertentu.
2)
Menentukan validitas dan ketepatan gagasan utama, aegumen-argumen, dan
hipotesis.
3)
Membedakan pertanyaan-pertanyaan yang didukung dengan bukti-bukti yang tepat
dari opini dan penilaian serta mengevaluasinya.
4)
Memeriksa, membandingkan, dan mengkontraskan gagasan dan menyimpulkan
pembicaraan, misalnya mengenai ketetapan dan kessuaian suatu deskripsi.
5)
Mengevaluasi kesalahan-kesalahan, seperti analogi yang salah dan gagal dalam
menyajikan contoh.
6)
Mengenal dan menentukan pengaruh-pengaruh berbagai alat yang dipakai oleh
pembicara untuk mempengaruhi pendengar, misalnya musik, intonasi suara.
7)
Melacak dan mengevaluasi bias dan prasangka buruk dari pembicara atau dari
suatu sudut pandang tertentu.
8)
Mengevaluasi kualifikasi pembicara
9)
Merencanakan evaluasi dan mencoba menerapkan suatu situasi yang baru.
3. Proses
Kegiatan Menyimak
Proses kegiatan menyimak menurut Brown (1995)
terdapat delapan proses dalam kegiatan menyimak, yakni: 1) Pendengar memproses
raw speech an menyimpan image darinya dalam short term memory. Image ini berisi
frase, klausa tanda-tanda baca,intonasi, dan pola-pola tekanan kata dari suatu
rangkaian pembicaraan yang ia dengar. 2) Pendengar menentukan tife dalam setiap
peristiwa pembicaraan yang sedang diproses. 3) Pendengar mencari maksud dan
tujuan pembicara dengan mempertimbangkan bentuk dan jenis pembicaraan, konteks
dan isi. 4) Pendengar me-recall latar belakang informasi (melalui skema yang ia
miliki) sesuai dengan konteks subjek masalah yang ada. 5) Pendengar mencari
arti literal dari pesan yang ia dengar. Hal ini melibatkan kegiatan
interpretasi semantik. 6) Pendengar menentukan arti yang dimaksud. 7) pendengar
mempertimbangkan apakah informasi yang ia terima harus disimpan di dalam
memorinya atau ditunda, 8) Pendengar menghapus bentuk pesan-pesan yang telah ia
terima. Pada dasarnya 99% kata-kata dan frase, dan kalimat yang diterima akan
menghilang dan terlupakan.
4. Strategi
Pembelajaran Menyimak
Nunan berpendapat bahwa untuk mengembangkan
pendekatan yang tepat dalam kemampuan mengajar bahasa pertama penting dan perlu
untuk mengerti dasar mendengarkan. Dua tipe mendengarkan dapat
diidentifikasikan: proses the bottom-up dan the up-down. Proses bottom-up
memegang bahwa mendengarkan adalah proses pengolahan data linear. Komprehensi
menekankan pada tingkatan bahwa pendengar sukses menguraikan text yang
diucapkan. Model mendengar top-down, kontras, menyangkut para pendengar dalam
keaktifan membangun makna berdasarkan pada dugaan, penarikan kesimpulan,
tujuan, dan pengetahuan relevan lainnya. Data bahasa disajikan sebagai
isyarat-isyarat untuk mengaktifkan proses top-down ini. Dalam mengajar
mendengarkan, Nunan menganjurkan bahwa kita mendesain aktivitas yang
mengajarkan keterampilan dalam proses bottom-up dan top-down sebagaimana mereka
memainkan peran yang penting, tetapi berbeda, dalam mendengarkan.
Field, menguji format yang umum digunakan dalam
pengajaran mendengarkan, salah satunya termasuk tiga tahap dalam aktivitas
mendengarkan: pre-listening, listening, dan post-listening. Ia menunjuk batasan
aktivitas yang sering digunakan dalam point-point berbeda dalam suatu bahasan,
materi-materi dan pengajaran sering cenderung untuk menguji menyimak daripada
mengajarkannya dan tidak mempraktikkan bermacam menyimak yang ada pada
kehidupan nyata. Field menganjurkan penggunaan preset questions, penggunaan
aktivitas mendengarkan berdasarkan latihan, fokus pada strategi-strategi, dan
penggunaan material-material autentik yang lebih baik dan menunjuk bagaimana
rekomendasirekomendasi ini mempengaruhi tiga bagian menyimak dalam pelajaran.
Lam menunjukkan bahwa banyak materi listening ESL
gagal untuk menyediakan contoh-contoh kemampuan berbicara bawaan sejak
perlengkapan biasa digunakan oleh pembicara, seperti pengisi, fragmen-fragmen,
dan alat pengganti, sering dihilangkan. Dia menggambarkan cara-cara yang mana
pelajar dapat mengembangkan kewaspadaan dlm sintaksis, dan pengaturan dlm percakapan
untuk memfasilitasikan kemampuan mereka untuk memproses teks yg 8 diucapkan.
Aktivitas-aktivitas ini mengintegrasi baik listening maupun speaking mencoba
untuk mempersiapkan pelajar untuk menghadapi tuntutan komunikasi dunia nyata
Tidak ada komentar:
Posting Komentar