Minggu, 09 September 2018

Materi 2


KETERAMPILAN MENYIMAK
·         Konsep Dasar Menyimak
Menyimak didefinisikan oleh Tarigan (1987:28) sebagai suatu proses, yaitu mendengarkan lambang-lambang lisan dengan penuh perhatian, pemahaman apresiasi, serta interpretasi untuk memperoleh informasi, menangkap isi atau pesan serta memahami makna komunikasi yang telah disampaikan oleh pembicara melalui ujaran atau bahasa lisan.
Menyimak merupakan keterampilan berbahasa yang bersifat aktif reseptif. Artinya, dalam kegiatan menyimak seseorang harus mengaktifkan pikirannya untuk dapat mengidentifikasi bunyi-bunyi bahasa, memahaminya, dan menafsirkan maknanya sehingga tertangkap pesan yang disampaikan pembicara. Menyimak atau mendengarkan berbeda dengan mendengar walaupun keduanya mempergunakan alat indra yang sama, yaitu telinga. Mendengar tidak memerlukan aktivitas mental atau pikiran karena mendengar dilakukan tanpa tujuan.
·         Menyimak Sebagai Suatu Proses
Tahap-tahap menyimak, seperti berikut ini :
1.      Tahap Mendengar
Penyimak  mendengar segala sesuatu yang dikemukakan oleh pembicara dalam ujaran-ujaran atau pembicaraannya.
2.      Tahap Memahami
Penyimak memahami isi ujaran atau pembicaraan dengan cara mengolah bunyi-bunyi bahasa menjadi satuan bahasa yang bermakna.
3.      Tahap Menginterpretasi
 Penyimak berusaha untuk menafsirkan isi atau maksud pembicaraan.
4.      Tahap Mengevaluasi
Penyimak menilai keunggulan dan kelemahan, kebaikan, dan kekurangan sang pembicara sehingga pesan, gagasan, atau pendapat pembicara dianggapnya pantas untuk diterima atau harus ditolaknya.
5.      Tahap Menanggapi
merupakan tahap yang berada pada tingkat yang lebih tinggi. Penyimak akan mengatakan setuju atau tidak setuju atas isi pembicaraan yang diujarkan pembicara.


·         Jenis-Jenis Menyimak
a.       MENYIMAK BERDASARKAN TUJUAN
a. Menyimak untuk Belajar
Menyimak untuk belajar dapat diartikan sebagai menyimak untuk memperoleh pengetahuan secara formal maupun nonformal.
b.Menyimak untuk Hiburan
Tujuan dari kegiatan menyimak jenis ini adalah untuk memperoleh hiburan dan menghilangkan rasa jenuh atau kebosanan dari rutinitas sehari-hari.

c. Menyimak untuk Menilai
 Menyimak yang bertujuan untuk menilai banyak dilakukan oleh para juri.



d.            Menyimak untuk Mengapresiasi
 Menyimak jenis ini yaitu penyimak dapat menyertakan perasaannya pada hal-hal yang disimak.

e. Menyimak untuk Memecahkan Masalah
Tujuan memecahkan masalah dapat berujung pada menyimak untuk memperoleh informasi yang berdampak pada pemecahan suatu masalah.
b.      MENYIMAK BERDASARKAN INTENSITAS
dari segi intensitas, menyimak dikelompokkan menjadi 2 sebagai berikut.
1.      Menyimak Ekstensif
merupakan kegiatan menyimak yang berhubungan dengan hal-hal yang bersifat umum dan tidak diperlukan bimbingan langsung dari seorang guru.
a.       Menyimak sekunder.
Menyimak sekunder adalah jenis kegiatan menyimak yang dilakukan pada saat atau bersamaan dengan kegiatan lain.
b.      Menyimak pasif.
Menyimak pasif mirip dengan menyimak sekunder, yaitu menyimak sambil melakukan pekerjaan lain.
c.       Menyimak estetis.
Menyimak jenis ini disebut juga dengan menyimak apresiatif (appreciation listening). Dalam menyimak estetis penyimak secara serius dan bersungguh-sungguh.
2.      Menyimak Intensif
Menyimak intensif merupakan suatu kegiatan yang berbeda atau bertolak belakang dengan menyimak ekstensif. 
a.       Menyimak kritis
Menyimak kritis adalah kegiatan menyimak yang dilakukan secara kritis, di dalamnya terlihat adanya kehadiran prasangka yang berperan sebagai pijakan dalam mengamati ketidaktelitian yang dilakukan pembicara dalam menyampaikan data dan fakta yang memperkuat ide atau gagasannya.

b.      Menyimak konsentratif
Menyimak konsentratif sering juga disebut a study type listening atau menyimak sebagai kegiatan menelaah.
c.       Menyimak kreatif
Menyimak kreatif mempunyai hubungan erat dengan imajinasi seseorang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar